PENDIDIKAN BAHASA JAWA DIERA SEKARANG
Oleh Eko Prasetyo, S. Pd
Masyarakat Jawa beberapa tahun ini mulai menunjukkan kekhawatirannya terhadap keberadaan pendidikan Bahasa Jawa khususnya pada anak-anak jenjang SMP sederajat. Bahasa Jawa dianggap bahasa yang ketinggalan zaman dan terlalu rumit untuk dipahami sehingga mereka cenderung lebih suka pembelajaran selain Bahasa Jawa.
Sering kita jumpai peserta didik sekarang sudah enggan untuk berbicara menggunakan Bahasa jawa sesuai dengan tingkat tuturnya. Mereka lebih enjoi menggunakan bahsa Indonesia dalam berinteraksi dengan teman sebayanya maupun orang yang lebih tua. Mengapa demikian? Kemungkinan ada anggapan besar dibenak peserta didik sekarang jika menggunakan bahasa Indionesia akan terlihat keren. Dan semua itu didukung dengan berbagai factor, salah satunya lingkungan keluarga. Dimana di dalam keluarga itu sendiri anak anak diabiasakan dalam berinteraksi menggunakan Bahasa Indonesia. Factor lain yang juga ikut mempengaruhi adalah sikap peduli orang tua dan generasi muda terhadap kelestarian Bahasa Jawa krama, metode dan media guru dalam pembelajaran bahasa Jawa krama, dan juga terbatasnya referensi buku-buku bacaan yang berkaitan denga bahasa krama.
Setelah kita ketahui berbagai factor yang mempengaruhi peserta didik enggan menggunakan bahasa Jawa krama, mari kita sebagai pendidik segera mencari solusi agar penggunaan Bahasa jawa krama di kalangan peserta didik tidak luntur bahkan hilang tanpa jejak. Salah satu cara yang bis akita gunakan yaitu dengan cara meningkatkan literasi peserta didik terhadap pengguanaan Bahasa jawa krama di kehidupan sehari-hari. Sebagai contoh kita khususkan satu hari dalam seminggu ppeserta didik diwajibkan menggunakan Bahasa jawa krama dalam berinteraksi dengan teman sebaya maupun bapak ibu guru selam dilingkungan sekolah.
Diharapkan dengan adanya progam literasi pengunanan bahsa Jawa krama dalam sehari dilingkungan sekolah dapat menumbuhkan rasa kepercayaan diri peserta didik dalam menggunakan ataupu mengaplikasikan Bahasa jawa krama dalam keseharianya.